berbagi sejarah pikiran yang mungkin bermanfaat

JANGAN SALAH MENGENANGKU

Mengungkap batas lisanku yang tak terdengar ditelingamu

Aku berharap adanya kebahagiaan terukir dihangatnya malammu

Walau hari ini lebih menyakitkan dibanding kemarin

Semangatku tak kering untuk mendambakanmu setiap malam

Read the rest of this entry »

Udah ga tahan mau nulis dari sudah lama, dan kali ini kembali dipercikan kerinduannya dengan keadaan sendirian di kosan, keadaan hujan, dan segelas kopi manis campur krimer buat nemenin sore hari yang baru bangun karena menanggung lelah di hari-hari kerja sebelumnya.

Read the rest of this entry »

Memasuki minggu ketiga sebagai perantau, saya mengalami banyak kekacauan/gangguan/godaan/tantangan yang telah saya alami, hal-hal tersebut muncul dari dalam dan luar diri saya.

Dari Dalam Read the rest of this entry »

Merantau, sudah seminggu ini aku mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman, merasakan lebih dalam perbedaan dengan menjadi tamu di daerah orang. Dari kecil gue terbiasa tinggal dan berkerumun di kota besar-Jakarta, pun seandainya keluar daerah hanya dalam jangka waktu yang pendek.

Read the rest of this entry »

Kau telah banyak melumpuhkan hati yang tak bersalah
Para pemilik hati yang telah dianuagerahi ketulusan oleh yang maha pemurah
Kau buat hati mereka terpecah-belah seakan telah bersalah
Para orang-orang ramah yang kau cap salah arah hingga mereka mengeluarkan amarah. Read the rest of this entry »

Lautan bintang malam setelah hujan membuatku sedikit tenang memandangi indahnya bulan.

Meski hanya sendirian bukan berarti aku kesepian. Bayang wajahmu tetap memberi kehangatan setiap kali aku membaca surat-suratmu yang telah lama kusimpan.

Meski angin malam begitu tenang, aku tetap merindukan senyuman manismu yang dapat membuat gelisahku hilang.

Aku pun terkesan dengan kesabaranmu menahan kesendirian di saat malam, karena malam adalah saat terberat menahan kesepian.

Tak hanya itu, ketegaranmu untuk menggapai impian ditengah derasnya tekanan sosial yang menghantam, membuatku kagum dan lebih bersabar untuk memperjuangkan impian walau kini hanya berjalan sendirian.

Menggali kehidupan melalui perjalanan(di Kereta Api Pandanwangi, jurusan Jember-Banyuwangi. harga tiket Rp. 8.000 dengan rentang waktu perjalanan pukul 04.30 – 07.30)

Hanya perjalananlah yang membuat kita semakin memahami tentang kehidupan. Melihat fenomena dan keindahan sekitar, alam budaya yang mentoleransi semua hal yang berbeda. semua itu menginspirasi saya untuk menetapkan tekad untuk terus berkelana selagi masih muda, pun juga ketika nanti tua, sampai saya dapati seluruh keindahan dunia.

Read the rest of this entry »